Beranda > Pediatrics > Diare

Diare

Artikel dari Pediatrics, dibaca 267 kali

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu
24 jam, dan dapat disertai dengan muntah, demam, rasa tidak enak di perut dan menurunnya nafsu makan. Apabila diare > 30 hari disebut kronis.

Diare lebih sering terjadi pada anak-anak karena daya tahan tubuh yang belum optimal. Hal ini biasanya terjadi berhubungan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah yang terkait dengan perilaku kesehatan yang kurang. Penyebab terbesar dari Diare pada anak yaitu akibat infeksi Rotavirus yang sering menginfeksi anak usia 6 bulan hingga 2,5 tahun.

Etiologi

  • Makan atau minum yang kurang higienenya atau sudah terkontaminasi, riwayat intoleransi laktosa (terutama pada bayi), konsumsi makanan iritatif, minum jamu, dan minuman bersoda.
  • Obat-obatan yang memiliki efek samping diare, misalnya obat dispepsia antasida, obat jantung quinidine, obat gout (colchicides), diuretika (furosemid, tiazid), toksin (arsenik, organofosfat), insektisida, kafein, metil xantine, agen endokrin (preparat pengantian tiroid), misoprostol, mesalamin, antikolinesterase dan obat-obat diet perlu
    diketahui.
  • Infeksi Entamoeba histolyticaGiardia lamblia, Shigella sonnei, dan Vibrio cholera.
  • Kondisi yang mengalami imunokompromais, misalnya pada kasus pengidap HIV/AIDS, keganasan pada kolon, dan juga pada kasus infeksi tifoid.
  • Pada kasus penyakit yang tidak diketahui penyebabnya seperti Iritable Bowel Syndrome dan Inflamatory Bowel Disease.

Gejala

  • Buang air besar (BAB) dengan konsitensi lembek atau cair dan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu
    24 jam.
  • Rasa tidak nyaman di perut (nyeri atau kembung), mual dan muntah serta tenesmus.
  • Bila diare disertai demam maka diduga erat terjadi infeksi.
  • Gejala BAB bercampur darah atau lendir dapat diduga diare disebabkan oleh Entamoeba histolytica dan Shigella sonnei.
  • Gejala BAB seperti air cucian beras dapat diduga diare disebabkan oleh Vibrio cholera.
  • Tanyakan faktor resiko dari makanan, riwayat sosial, riwayat penyakit sekarang dan terdahulu, serta riwayat pemakaian obat.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik diperlukan untuk menentukan derajat dehidrasi dari diare yang terjadi, agar dapat menentukan jenis terapi yang dipilih. Tanda-tanda dehidrasi yang paling penting dinilai adalah tingkat kesadaran, cekung tidaknya mata, rasa haus dan turgor kulit.

Berikut ini Tabel Degree of Dehydration WHO 2005

Tanpa Dehidrasi Dehidrasi dengan Ringan Sedang Dehidrasi Berat
Kesadaran Baik Gelisah, iritable Letargi, lemah, koma
Mata Normal Cekung Cekung
Rasa Haus Normal Sangat haus Tidak mau minum
Turgor Kulit Cepat Lambat Sangat lambat

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan bila tanda dehidrasi sudah dikoreksi dengan baik. Adapun pemeriksaan penunjang yang diperlukan diantaranya:

  • Darah rutin (lekosit) untuk memastikan adanya infeksi.
  • Feses lengkap (termasuk analisa mikrobiologi) untuk menentukan penyebab.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis (BAB cair lebih dari 3 kali sehari) dan pemeriksaan fisik (ditemukan tanda-tanda hipovolemik dan pemeriksaan konsistensi BAB).

Tatalaksana

Tatalaksana diare ditentukan berdasarkan derajat dehidrasi dan penyebabnya.

A. Diare Tanpa Dehidrasi

  1. Oralit, oralit dicampur dengan air matang dengan takaran:
    – usia < 2 tahun = 50-100 ml perkali BAB
    – usia > 2 tahun = 100-200 ml perkali BAB
  2. Zinc, berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut. Dosis:
    – usia < 6 bulan = 10 mg perhari
    – usia > 6 bulan = 20 mg perhari
  3. Teruskan ASI dan makanan
  4. Berikan antibiotik bila ada indikasi
  5. Edukasi orang tua pasien tentang diare dan pencegahan yang dapat dilakukan.

B. Diare Dehidrasi Ringan Sedang

  1. Oralit, oralit dicampur dengan air matang sebanyak 75 ml/kgBB per 3 sampai 4 jam.
  2. Zinc, berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut. Dosis:
    – usia < 6 bulan = 10 mg perhari
    – usia > 6 bulan = 20 mg perhari
  3. Teruskan ASI dan makanan
  4. Berikan antibiotik bila ada indikasi
  5. Edukasi orang tua pasien tentang diare dan pencegahan yang dapat dilakukan.

C. Diare Dehidrasi Berat

  1. Perlu dilakukan rehidrasi cepat:
    – usia < 1 tahun. Fase awal 30 cc/kgBB dalam 1 jam pertama, lanjut 70 cc/kgBB dalam 5 jam selanjutnya.
    – usia > 1 tahun. Fase awal 30 cc/kgBB dalam 1/2 jam pertama, lanjut 70 cc/kgBB dalam 2,5 jam selanjutnya.
    Maintenance:
    – BB < 10 kg = 100 x BB
    – BB 10 -20 kg = 1000 + (50xBB)
    – BB > 20 kg = 1500 + (20xBB)
    – Dewasa = 30-35 cc /kgBB
  2. Zinc, berikan tablet Zinc selama 10 hari berturut-turut. Dosis:
    – usia < 6 bulan = 10 mg perhari
    – usia > 6 bulan = 20 mg perhari
  3. Teruskan ASI dan makanan
  4. Berikan antibiotik bila ada indikasi
  5. Edukasi orang tua pasien tentang diare dan pencegahan yang dapat dilakukan.

Perhatian

  • Hindari susu sapi karena terdapat defisiensi laktase transien.
  • Hindari juga minuman yang mengandung alkohol atau kafein, karena dapat meningkatkan motilitas dan sekresi usus.
  • Makanan yang dikonsumsi sebaiknya yang tidak mengandung gas, dan mudah dicerna.
  • Pemberian antidiare seperti Loperamide dan Diphenoxylate dapat menimbulkan ileus paralitik pada anak. Gejala ileus: tidak keluar BAB, tidak keluar flatus, dan keluar muntah hijau.
  • Antidiare juga sangat perlu kehati-hatian pada orang dewasa (bahkan lebih baik tidak perlu diberikan), karena dapat memicu komplikasi penyakit jantung.

Tag:
Artikel bermanfaat? bagikan ke Facebook, Twitter dan Google+