Beranda > Pediatrics > Imunisasi BCG

Imunisasi BCG

Artikel dari Pediatrics, dibaca 2,133 kali

Imunisasi BCG adalah salah satu dari lima imunisasi wajib untuk mencegah Tuberkulosis. Imunisasi BCG hanya dilakukan satu kali pada usia dibawah 3 bulan. Bila sudah lewat dari usia 3 bulan, perlu dilakukan Mantoux test terlebih dahulu. Bila hasil Mantoux test negatif (-), anak boleh diberikan BCG. Namun bila hasilnya positif (+), anak tidak boleh diberikan BCG lagi, sebaliknya mulailah dengan pemberian OAT.

Dosis pemberian BCG yaitu 0,05 cc disuntik secara intrakutan di Insertio M. Deltoid kanan. Jika umurnya sudah lebih dari 1 tahun, dosisnya dinaikkan menjadi 0,1 cc.

Bila ibu positif Tuberkulosis, maka anaknya perlu diberikan profilaksis INH terlebih dahulu selama 3 bulan. Setelah itu, lakukan pemeriksaan Mantoux test, bila hasilnya positif (+) berikan terapi OAT. Namun bila hasilnya negatif (-), INH tetap dilanjutkan sampai enam bulan.

Kontra indikasi BCG yakni pada bayi yang sedang melakukan terapi steroid jangka panjang dan kemoterapi, hasil Mantoux test yang positif (+) dan bayi dengan gizi buruk. Untuk bayi gizi buruk, berikan BCG jika berat badan sudah sampai lebih dari 2 kg.

Pada bayi prematur, vaksinasi pada usia 0 bulan sebaiknya ditunda sampai usia anak 2 bulan atau berat badan anak minimal 2 kg.

Imunisasi pada bayi yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid sebaiknya ditunda hingga 1 bulan dari dosis steroid terakhir yang diberikan. Pada bayi yang mendapatkan antibiotik, tidak perlu ditunda karena antibiotik bukan kontraindikasi dan tidak mengganggu kerja vaksin.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang dapat timbul yaitu sikatrik, limfadenitis, dan cold abses akibat penyuntikan yang terlalu dalam.

Pada bayi dengan HIV positif (+), selama masih belum muncul gejala HIV yang signifikan, imunisasi tetap diberikan sesuai jadwal. Pada bayi umur kurang dari 1 tahun, imunitas masih cukup tinggi meskipun HIV positif (+), sehingga imunisasi diberikan sedini mungkin. Namun bilan gejala HIV signifikan, vaksin BCG tidak boleh diberikan.

Berikut ini jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Penanganan Kemasan Vaksin

Vaksin BCG yang dicurigai sudah rusak harus dilakukan uji kocok vaksin (Shake test). Vaksin sisa di Posyandu tidak boleh dipakai lagi. Vaksin sisa di Puskesmas masih dapat digunakan dengan syarat tidak lebih dari 3 jam.

Tag:
Artikel bermanfaat? bagikan ke Facebook, Twitter dan Google+