Beranda > Pediatrics > Imunisasi DPT

Imunisasi DPT

Artikel dari Pediatrics, dibaca 2,422 kali

Imunisasi DPT adalah salah satu dari lima imunisasi wajib untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Jadwal pemberian DPT yaitu 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, dan usia 5 tahun. Namun pemberian DPT primer adalah usia 2 bulan, 4 empat, dan 6 bulan dengan imunitasnya bertahan sampai 1 hingga 3 tahun. Untuk DPT usia 18 bulan, imunitas dapat bertahan sampai usia 5 tahun, sedangan DPT di usia 5 tahun akan memberikan imunitas selama 10 tahun. Dan DPT di usia 12 tahun akan memberikan imunitas yang bertahan sampai 20 tahun.

Dosis pemberian DPT yaitu 0,5 cc secara intramuskular di vastus lateralis.

DPT adalah vaksin yang paling sering menyebabkan demam. Kontraindikasi pemberian vaksin DPT adalah bayi dengan hiperpireksia (temperatur > 40,5 derajat Celcius), ensefalopati dalam 7 hari terakhir, syok, dan kejang ( dengan atau tanpa demam dalam 2 hari terakhir).

Imunisasi pada bayi yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid sebaiknya ditunda hingga 1 bulan dari dosis steroid terakhir yang diberikan. Pada bayi yang mendapatkan antibiotik, tidak perlu ditunda karena antibiotik bukan kontraindikasi dan tidak mengganggu kerja vaksin.

Pada bayi dengan HIV positif (+), selama masih belum muncul gejala HIV yang signifikan, imunisasi tetap diberikan sesuai jadwal. Pada bayi umur kurang dari 1 tahun, imunitas masih cukup tinggi meskipun HIV positif (+), sehingga imunisasi diberikan sedini mungkin.

Berikut ini jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Penanganan Kemasan Vaksin

Vaksin DPT yang dicurigai sudah rusak harus dilakukan uji kocok vaksin (Shake test). Vaksin sisa di Posyandu tidak boleh dipakai lagi. Vaksin sisa di Puskesmas masih dapat digunakan dengan syarat tidak lebih dari 4 minggu.

Tag:
Artikel bermanfaat? bagikan ke Facebook, Twitter dan Google+
SARAN ARTIKEL
ARTIKEL POPULER

    Sorry. No data so far.