Beranda > Pediatrics > Imunisasi Polio

Imunisasi Polio

Artikel dari Pediatrics, dibaca 321 kali

Imunisasi Polio adalah salah satu dari lima imunisasi wajib untuk mencegah Polio. Vaksin Polio diberikan pada umur 0 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun. Vaksin Polio 0 bulan sebaiknya diberikan saat bayi telah pulang dari rumah sakit, hal ini dilakukan agar tidak menulari bayi yang lain karena polio menular melalui feses.

Bentuk sediaan vaksin polio yang ada di Indonesia adalah bentuk OPV atau Oral Polio Vaccine dengan dosis 2 gtt per oral, sebaiknya sub lingual. Sebenarnya vaksin polio juga ada yang sediaan injeksi, namun tidak beredar di Indonesia.

Jika bayi muntah setelah pemberian vaksin polio kurang dari 10 menit, maka pemberian vaksin diulang. Dan jika kembali muntah maka vaksin diulang keesokan harinya. Pemberian ASI tidak mengganggu kerja vaksin polio oral pada bayi usia lebih dari 1 minggu, namun bila bayi mencret vaksin polio perlu ditunda.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang dapat timbul yaitu mutasi virus yang dapat menyebabkan acute flaccid paralysis atau kelumpuhan polio akibat vaksin.

Pada bayi prematur, vaksinasi pada usia 0 bulan sebaiknya ditunda sampai usia anak 2 bulan atau berat badan anak minimal 2 kg.

Imunisasi pada bayi yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid sebaiknya ditunda hingga 1 bulan dari dosis steroid terakhir yang diberikan. Pada bayi yang mendapatkan antibiotik, tidak perlu ditunda karena antibiotik bukan kontraindikasi dan tidak mengganggu kerja vaksin.

Pada bayi dengan HIV positif (+), selama masih belum muncul gejala HIV yang signifikan, imunisasi tetap diberikan sesuai jadwal. Pada bayi umur kurang dari 1 tahun, imunitas masih cukup tinggi meskipun HIV positif (+), sehingga imunisasi diberikan sedini mungkin.

Berikut ini jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)


Penanganan Kemasan Vaksin

Vaksin Polio yang dicurigai sudah rusak harus dilakukan uji kocok vaksin (Shake test). Vaksin sisa di Posyandu tidak boleh dipakai lagi. Vaksin sisa di Puskesmas masih dapat digunakan dengan syarat tidak lebih dari 3 minggu.

Tag:
Artikel bermanfaat? bagikan ke Facebook, Twitter dan Google+